Rabu, 04 November 2009

Ma, Aku Ingin, Ingin, Ingin

Maa. . .
Ingin piano,
ingin bola basket,
ingin sepatu kets,
ingin kamera digital,
ingin ensiklopedi lengkap,
ingin tas,
ingin meja belajar,
ingin baju dan celana,
ingin lampu belajar,
ingin sepeda,
ingin wisata,
ingin ini,
ingin itu,
ingin, ingin, ingin, . . . :'(

Minggu, 27 September 2009

SATU PIKSEL MEMOAR HIDUP KU (tugas Bahasa Indonesia)

Bermula dengan lulusnya ujian nasional, saya mulai mendaftarkan diri di universitas negri di Kalimantan Selatan, Universitas Lambung Mangkurat. Saya pilih jurusan Bahasa Inggris karena merasa lebih berpotensi dibandingkan bidang-bidang yang lainnya. Proses pendaftaran masuk kuliah jangan katakan gampang. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Selama itu juga kedua orang tua saya terus-terusan mewanti-wanti jangan sampai ada persyaratan yang terlewatkan. Wajar sih orang tua mencemaskan anaknya, tetapi kadang terasa kesal juga kalau harus mendengarkan paragraf yang sama setiap 2 X 60 menit, dan semuanya disampaikan dengan intonasi yang tiada berbeda pula. Wuih! Namun demikian, aku cinta mereka.

Masalah benar-benar datang, pembayaran formulirnya harus di salah satu bank tertentu, dan tidak saya temukan di daerah saya, Kandangan. Akhirnya saya putuskan datang langsung ke Banjarmasin demi melakukan pembayaran sekaligus menengok Unlam, berharap mendapatkan informasi lebih banyak lagi mengenai pendaftaran dan alur tes. Sebenarnya sudah tahu bahwa jurusan terbagi 3 kelompok, yaitu IPA, IPS, dan IPC. Namun baru menyadari bahwa Bahasa Inggris termasuk ke dalam jurusan IPS. Tanpa basa-basi, seolah amnesia diri sendiri dari kelas IPA, saya pun langsung mendaftarkan diri ke kelompok IPS, kali ini didampingi ibunda tercinta.

Beberapa puluh menit setelah urusan administrasi rampung, ada SMS masuk, dari teman, sesama anak IPA, dan sama-sama memilih program studi Bahasa Inggris. SMS-nya biasa saja, tidak lebih dari empat baris. Dia menanyakan apakah saya sudah mendaftar, sekaligus mengabarkan dia mengambil kelompok IPC. Saya seketika syok. Kenapa pada saat mendaftar tadi tidak memilih kelompok IPC saja, malah ngeluyur mengambil IPS. Sambil dalam kepala memaki panitia penyelenggara yang hanya memberikan daftar kelompok IPA dan IPS saja tadi, saya kembali ke rumah di Kandangan dengan tampang datar.

Memikirkan soal-soal ilmu sosial yang akan dijawab nanti membuat kepala saya pusing. Sumpah saya tidak berminat terhadap ilmu sosial. Namun demikian, tetap saya usahakan mempelajari materi dari buku kumpulan soal, saya meminjamnya dari perpustakaan daerah.

Saat tes adalah yang paling mendebarkan. Peserta membludak. Pusing. Pusing memikirkan peluang lulus tes dari ratusan peserta. Sewaktu menjawab soal pun saya seolah sedang bermain tebak-tebakan. Coret sana, coret sini, mengikut naluri. Itu semua membuat hatiku semakin pesimis akan hasil tes nanti. Namun, ternyata saya lulus. Begitu saja. Saya merasa konyol orang IPA yang membenci ilmu sosial dapat menuntaskan tes IPS. Diluar nilai-nilai kewajaran. Sungguh aneh dan tak disangka. Saya kaget dan senang sekali! Hampir tak percaya. Langsung saya simpulkan bahwa orang yang lulus tes belum tentu pintar, tetapi hanya faktor keberuntungan belaka yang mendominasi. Saya adalah contoh baik untuk hal ini.

Perjalanan berikutnya adalah mencari tempat tinggal di Banjarmasin. Sekalian ibunda mengurus berkas-berkas di kampus beliau, kami pergi berkeliling salah satu kawasan dekat kampus Unlam untuk menelaah lebih dalam lokasi pemukiman mahasiswa di sana. Ternyata memang mudah. Sangat mudah untuk menemukan tempat kost, tetapi sulit untuk menemukan yang benar-benar cocok dari hati untuk ditinggali. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain biaya, jarak, lingkungan, dan kondisi tempat kost itu sendiri. Saya tidak ingin mengambil risiko dengan mendiami tempat kost yang kumuh, karena hal itu tidak bisa memberikan dukungan untuk belajar dan berkonsentrasi.

Puas berputar-putar dan bertanya ini itu kepada anak kost-kostan, kami singgah di salah satu warung di pinggir jalan. Dapat disimpulkan pencarian ini tidakmembuahkan hasil. Saya beri nilai 55 poin. 20 poin untuk keberhasilan pencarian lokasi kost, 15 poin untuk keberhasilan menggali informasi biaya kost, dan 20 poin sisanya untuk warung yang sekarang disinggahi. Suasana warungnya enak karena tidak didirikan di atas rawa, makanan yang tersedia pun beraneka ragam. Saya suka. Kami menghabiskan banyak, bukan uang, melainkan menghabiskan banyak waktu di sana. Ibu saya juga aktif bertanya kepada pemilik warung mengenai tempat kost di daerah sana.

Meskipun pencarian tidak membuahkan hasil, saya tidak begitu kecewa, setidaknya saya telah mengetahui kondisi tempat tinggal di sana. Kembali ke Kandangan hari-hari diisi dengan persiapan ‘mengungsi’ ke tempat yang lebih dekat dari kampus. Diantaranya menyiapkan barang-barang yang akan dibawa. Orang tua saya menyarankan agar membawa barang seperlunya saja, lagipula kami belum tahu seperti apa rumah yang akan ditempati nantinya.

Selang beberapa hari, ada teman yang menawarkan untuk menyewa kost bersama. Saya langsung menerima karena waktunya sudah mepet. Lagipula saya tidak ingin lagi bersusah-susah mencari tempat tinggal, melelahkan. Apalagi saat diberi tahu bahwa jarak kost sangat dekat kampus, harga sewa terjangkau, dan permasalahan pangan tak perlu dikhawatirkan karena banyak warung di sekitarnya, saya semakin merasa beruntung.

Sekarang saya sudah menjalani hari-hari menjadi seorang mahasiswa. Suasana belajar memang sangat berbeda dari jaman SMA dulu. Saya harap dapat beradaptasi secepatnya. Saya menemui banyak orang-orang baru, mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda. Saya juga berharap mendapatkan banyak teman baru, terutama agar dapat diajak berdiskusi masalah pelajaran, dan mengikuti organisasi-organisasi yang tersedia di kampus.

Rabu, 09 September 2009

KERING TAPI BASAH. . . . ?

Uda bbrp hr ni listrik d k0st2an idup-nyala-idup-nyala mulu. Trutama pas lg mw buka puasa. Penghuni na (total 8 org) masak pake rays kuker, krna brsmaan jd lstrik na gk tahan. Blum lg pmilik k0st jg masak pk lstrik. Blum lg pghuni sbelah nyalain tivi mulu. Blum lg btrei hape dr0p jd prlu dichas mulu. Blum lg mw nyetrika. Blum lg acacacacacacacah. . .capek. . .

Gr2 itu juga, gr2 lstrik macet mksudnya, (lh0, lstrik k0q macet?), td masak nasi buat buka jd stgah2. Pertamanya sh masak d rays kuker, tp lstrk na gk tahan. Sbg pghuni yg berbakti, kmi pun mgalah dgn ngelanjutin masak d k0mp0r ajah. Nyalain k0mp0r. Garuk2 kpala dlu c0z bngung mw masak kyk gmana. (jahahahaha). Maklum dweh anak baru k0st. Dirasa rasa. . . . Nasi na jd kering. Trjdlah intr0gasi sbb.

Gaza: tambah y aer na?
Birrul: ea. . . . (cuurrr. . . .nambahin aer k panci)
Gaza: lh0, msh kering, lg dund. . .
Birrul: (crurrr. . . lagi)
Gaza: ok dh
Birrul: lh0, , nasi na k0q jd gni?? Gaza: ...?!
Birrul: kyk bubur ...
Gaza: hah? Tp nasi na kering
Birrul: gk mw nyerap lg dya
Gaza: nasi na kering tp terendam aer, basah, ,wdhewwh. . (smbil ngaduk2 pasrah)
Birrul: ea. .haha. .

Jd dh hr ini qmi buka pke nasi kering tp basah, serasa makin berkuah. . .hahai. . .Untung na kmi bkn tipe org yg byk makan, mlaenkn yg byk mnum. . . Hufth. . . Alhmdllh dh bs berbuka. . . . Pghuni sblah kyk gmana ya nasib na. . . Kayak na baek2 aj dh. . C0z cm kmi yg mgalah memasak pke kmp0r. .

Sabtu, 25 Juli 2009

Selasa, 16 Juni 2009

KISAH SERPIHAN HIDUP RSM (2), oleh Gaza Akhmad

Aturan pakai: DIBACA SEBELUM B.A.B BIAR GAMPANG B.A.B


Alkisah RSM punya gebetan seorg cwe yg setia ma dya. Suatu hari terjadilah perngobrolan antara cewek RSM (cw_Rsm) dgn Gaza (Gz). Rupanya si cewe sdg ada konflik ma Rsm krn Rsm telah mlakukan KDRT (Kebanyolan dlm Runtuhan Tangga). Berikut laporan selengkapnya.

cw_rsm: Aku 'digituin' ma dia, si RSM ituh.
Gz: Digituin gimana maksud lo?!!(langsung parn0)
cw_rsm: Dia masukkin aku dgn paksa.
Gz: Masya Allah!! Dimasukin kemana? Gila banget sih lo, eh salah, mksud gw si Rsm yg gilah !!(emg sih tu orang)
cw_rsm: iya. Bentar lagi aku mesti jagain adek bayi deh.
Gz: !!??? Padahal kamu masih muda!? Nikah aja belon!!?Knapa gini?!!(bayangin ekspresinya kayak adegan2 di Telen0vela2)
cw_rsm: RSM bilang gak masalah. Supaya aku jd dewasa.
Gz: DEWASA GUNDULNYA!!. .. . .?? tp dia bakal nemenin loe kan entar?
cw_rsm: Ya enggak lah! Mana mau dia!
Gz: Kejam amat!! RSM sucks!! F*ckin' as*h*le!! (ksempatan bwt ngata2in Rsm, wheeek)
cw_rsm: Gw nolak ditemenin! Ntar kita dikira apaan lagi.
Gz: Eh??! Lhoh, bukannya dia ma kamu udah. . . .
cw_rsm: Apanya?! Gw gak bakal mau 'dimasukkin' ke PAUD buat kerja di sono!! Jd pembantu guru lagi!! Ngurusin batita! Aq masi pgen mgenyam pndidikan tauk!!
Gz: . . .*%¤¿§#]{<>:?!; (jiaaaah, pdhl bakalan seru tadinya)


Peringatan: Ide cerita adl original. Cerita ini piktip belaka, jika ada kesamaan nama, itu adl hal yg sgt disengaja oleh penulis, dan penulis bersuka hati riang gembira sepanjang masa. Namun tetap saja penulis tidak mau bertanggung jawab atas hal2 yg akan terjadi sesudahnya krn telah dikasih Copyright secara ilegal dr ybs.


CP:
gaza (gazagazasan@gmail.com)
rsm (gundullover@gmail.com / rsm_mibu@yahoo.com)
cwe rsm (tanya_langsung_ma_rsm_deh@jamil.com)

Cerita ini jg dpt diakses di hlm. Facebook saya: gazagazasan@gmail.com

KISAH SERPIHAN HIDUP RSM (2), oleh Gaza Akhmad

Aturan pakai: DIBACA SEBELUM BAB BIAR GAMPANG BAB.


Alkisah RSM punya gebetan seorg cwe yg setia ma dya. Suatu hari terjadilah perngobrolan antara cewek RSM (cw_Rsm) dgn Gaza (Gz). Rupanya si cewe sdg ada konflik ma Rsm krn Rsm telah mlakukan KDRT (Kebanyolan dlm Runtuhan Tangga). Berikut laporan selengkapnya.

cw_rsm: Aku 'digituin' ma dia, si RSM ituh.
Gz: Digituin gimana maksud lo?!!(langsung parn0)
cw_rsm: Dia masukkin aku dgn paksa.
Gz: Masya Allah!! Dimasukin kemana? Gila banget sih lo, eh salah, mksud gw si Rsm yg gilah !!(emg sih tu orang)
cw_rsm: iya. Bentar lagi aku mesti jagain adek bayi deh.
Gz: !!??? Padahal kamu masih muda!? Nikah aja belon!!?Knapa gini?!!(bayangin ekspresinya kayak adegan2 di Telen0vela2)
cw_rsm: RSM bilang gak masalah. Supaya aku jd dewasa.
Gz: DEWASA GUNDULNYA!!. .. . .?? tp dia bakal nemenin loe kan entar?
cw_rsm: Ya enggak lah! Mana mau dia!
Gz: Kejam amat!! RSM sucks!! F*ckin' as*h*le!! (ksempatan bwt ngata2in Rsm, wheeek)
cw_rsm: Gw nolak ditemenin! Ntar kita dikira apaan lagi.
Gz: Eh??! Lhoh, bukannya dia ma kamu udah. . . .
cw_rsm: Apanya?! Gw gak bakal mau 'dimasukkin' ke PAUD buat kerja di sono!! Jd pembantu guru lagi!! Aq masi pgen mgenyam pndidikan tauk!!
Gz: . . .*%¤¿§#]{<>:?!; (jiaaaah, pdhl bakalan seru tadinya)


Peringatan: Ide cerita adl original. Cerita ini piktip belaka, jika ada kesamaan nama, itu adl hal yg sgt disengaja oleh penulis, dan penulis bersuka hati riang gembira sepanjang masa. Namun tetap saja penulis tidak mau bertanggung jawab atas hal2 yg akan terjadi sesudahnya krn telah dikasih Copyright secara ilegal dr ybs.

Pesan: Sepintas penulis memiliki dendam klasikal dgn Rsm, tetapi sebenarnya cerita ini dibikin agar Rsm turut bersenang jiwa sbgaimana saya. Jadi yach, SESUKA MU LAH! (ngutip kata2 rsm).

CP:
gaza (gazagazasan@gmail.com)
rsm (gundullover@gmail.com / rsm_mibu@yahoo.com)
cwe rsm (tanya_langsung_ma_rsm_deh@jamil.com)

Cerita ini jg dpt diakses di hlm. Facebook saya: gazagazasan@gmail.com

Minggu, 17 Mei 2009

I am about to ray silver magic some

Aku tak bisa mengangkat dagu,
meski engkau yang meminta.
Langkah kakiku tak bersuara,
meski kau beri aku sendal emas.
Kau lukis wajah di atas kain,
bahkan tak ku kenal itu kau sendiri.
Sayang, sayangmu ini di dalam cermin,
aku juga tak kenal wajahku sendiri.
Datang ke hindar, retak ke senyap, lenting ujung bibir mu.
Kosong ke atas, lubang putih tengah, amat rapi kau susun jari kakimu.
Atas semua, kau angkat dagumu, dentam kau melangkah. Sesekali kau meratap "Mana dasiku?! Aku kehilangan dahi"
Oh, screw you by showing those words!
You say you're poor by that money? Untidy by that suit? Slow by that car? And beggar by that palace?
Oh you wear that s**t!
Why can't you be silent at the moment?!
Datang dan kau pinta lagi,
memang ku bodoh turut kau yang berkehendak.
Di depan engkau pahit, di belakang kau lebih empedu.
Kau tebar kata hina,
tak sadar kau tumpah dirimu sendiri.
Asal kan tak menghirau khalayak, kau bahagia dgn licikmu.
rip some money!
rust selfish mouth!
ring silent mail!
This is from i gnaw!
Kau tunjuk "O sheep, o ship, o shift, o seed, o set, o sit, o shield, o silk, o sick, o sift, o sip ". Terus saja acungkan buck! Luck! Tough! Tuck! Ruck! pada wajahku.
Kembali kau setir ayat itu, sekejap saja kau injak lagi.
KesucianNya hanya kau anggap tamengmu, bahkan namamu tak pernah besar tertulis.
Seketika gegas ku suguhi kalimatmu, hanya kau sentuh dgn jarimu, sedang matamu menumbuk kain dan jarum.
Tulisan mu yang kau lukis, dan suara yang kau genggami, nomor yang menyukai, palu yang bersedia, aku yang berharap, dan muridmu menunggu.
Sunggu tak aku nafsu ada namamu besok lagi.